<< / >>

<< >>

*** Bayangkan, seorang Ibu hadir di depanmu. Merentangkan kedua tangan, memanggil namamu lirih. Tersenyum canggung. Dan, kau hanya terdiam. Tidak bergerak, memandang kosong ke arahnya. Kemudian, sosok ibu perlahan-lahan menghilang. Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Satu menit. Lima menit. Kau menunggu, tapi ibu tidak juga kunjung datang. Tidak terasa, air mata menetes deras. Penyesalan terdalam menikam luka dalam. Berharap, sang waktu berbaik hati mengembalikkan ibu kembali. Apakah waktu mendengarkan rintihanmu? Aku rasa, tidak. Diamlah di situ. Renungi apa yang sudah terjadi. Jika ibu masih ada di dalam genggaman tanganmu, kecup keningnya. Jangan biarkan kesalahan menjadi sebuah penyesalan. Jika Ibu sudah hilang dalam pandanganmu, kenang selalu. Kirimkan doa sebagai rindu kita. ***