<< / >>

<< >>

Di antara kegalatan yang menyandera gw, ternyata masih ada yang “lebih normal” daripada gw, yang bisa diajak berdiskusi, bercengkerama, bertukar pendapat, cakarcakaran, saling lempar bata, bahkan saling suap-suapan segelas cendol. Sundul, gan! The guy inside me, dia terjebak dalam jurang galat tanpa dasar, terikat kontrak mati dengan gw, tanpa bisa menolak keputusan Sang Kuasa. Nggak punya pilihan selain tetap setia mendampingi gw, till the destiny do us apart.