<< / >>

<< >>

Deskripsi:

Dia (Tanuji atau Syahmenan Sutan Pamenan) adalah putra tunggal keluarga transmigran spontan di kawasan yang ternyata gersang, yang pindah ke sebuah (per)kampung(an) yang lebih menjanjikan. Namun kedua orang tuanya tewas mengenaskan saat terjadi perang saudara antara daerah dan pusat. Dia diambil anak oleh seorang guru, dan tak ubahnya dengan tiga anak kandung guru yang arif lagi bijaksana itu dia juga disuruh mengaji mempelajari agama dan disekolahkan. Dia “mewarisi” sifat-sifat bapak angkatnya yang terpuji, menghargai kebaikan, mencintai kebenaran dan ilmu pengetahuan, tahu diri, dan meminangkabau sebab, langsung maupun tidak selalu terlibat dan suka mencermati pelbagai alek alias peristiwa berupa keramaian yang berhubungan dengan daur hidup masyarakat setempat, yang terimplementasi dalam upacara adat perkawinan, kematian, pengangkatan penghulu suku, ritual keagamaan dan lain sebagainya. Kesemua itu menjadi modal utama dia selaku anggota masyarakat sekaligus “mamak” yang secara komprehensif mengacu pada pengertian/filosofi Minang yang bertanggung jawab mengurus dan menjaga harta benda dan muruah keluarga. Tapi justru kesemua itu pula yang melatarbelakangi mengapa dia, pada suatu periode tertentu “dimusuhi” orang kampung serta kaum ibu angkatnya.