<< / >>

<< >>

Deskripsi:

Siapa yang tahu, kapan, bagaimana dan dimana, kau akan jatuh cinta. Lalu kau hanya akan pasrah padanya, mengusahakan dia, namun seberapa kau berjuang untuk nama yang kau usahakan, jika takdir sudah bekerja semua keputusannya pun akan kau terima, walaupun dengan terpaksa. Ada kalanya hati akan terus mengusahakan lalu kau menolak rasa yang lain secara mentah-mentah, karna sudah terbiasa mendangakkan kepalamu untuk menatapnya. Hingga kau lupa bagaimana kau harus bersikap pada rasa yang ada di sekelilingmu. Rasa yang dibiarkan akhirnya bercermin diri. Sudah waktunya ia untuk berbalik arah, memunguti setiap harapan yang sudah ia sebar di jalan hanya untuk membuatmu mengiyakan akan kehadirannya. Tapi tetap saja, tujuanmu hanya dia yang selalu memalingkan muka. Walaupun dia sudah mengecewakanmu, menyakitimu, kau akan tetap bisa memaafkannya. Karena kau menyukainya. Sampai kapan kau akan terus mendanggak kepala untuk melihatnya? Lalu sampai kapan kau akan terus rela dipunggungi olehnya? Jawabannya ada pada di dirimu sendiri. Orang bilang, orang yang paling terindah dihidupmu adalah orang yang menginginkanmu dengan segenap hatinya. Jika kau menemuinya genggamlah tangannya, karna mungkin seseorang seperti itu tak akan ada lagi esok.