<< / >>

<< >>

“Seketika, aku ingin memejamkan mata. lalu di sana aku bisa berkelana dengan duniaku yang lain. Dunia imajinasi. Dan di sana pula, aku bisa menciptakan ketidakmungkinan yang tidak dapat aku nikmati di luar isi kepala.” “Apakah aku terlalu membuatmu sakit?” “Bagaimana aku bisa baik-baik saja saat apa yang aku harapkan hilang begitu saja,” “Maafkan aku.” Tatapanku beralih padamu yang penuh penyesalan, tapi penyesalan itu tidak bisa mengubah apa-apa setelah cincin di jari manismu lebih menarik dari pada aku yang sudah menjadi masa lalumu. Kita sudah selesai.