<< / >>

<< >>

Apakah haji mabrur itu? Ada ulama yang berpendapat bahwa haji mabrur itu ialah haji yang tidak ternoda oleh perbuatan dosa. Perbuatan dosa yang dimaksud yaitu rafats (perkataan jorok), fusûq (sengaja melakukan perbuatan dosa) dan jidâl (bertengkar atau berbantah-bantahan). Berdasarkan pemahaman ini, maka jelaslah bahwa predikat haji mabrur dalam perspektif sufistik tidak semata-mata diberikan kepada orang yang telah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah. Namun juga diberikan kepada hamba-hamba Allah yang melakukan amal ibadah yang mengagumkan sehingga Allah memberikan derajat pahala haji mabrur. Kehadiran buku kisah-kisah sufistik ibadah haji ini kiranya dapat menjadi referensi alternatif.