<< / >>

<< >>

Tenggelam dalam derasnya air mata, menepi sejenak, sendiri bersama gelap hingga remang langit yang kemudian bersama gelap hingga remang langit yang kemudian membawa bangkit. Segala hal yang terjadi kemarin, hari ini, dan eosk adalah tangung jawab sendiri. Pula mendung, kita tetap teguh dari suluh berjumpa subuh dalam teduh. Pada akhirnya, kita sadar bahwa kita ada bukan untuk sia-sia. Temukan dirimu dalam Suluh, Subuh, Teduh, sebuah antologi puisi yang mengurai berbagai perasaan, ditulis oleh Cahaya, Mufidah, dan Revan. ,emyaksikan proses manusia bertumbuh. Terlahir dari ketiadaan hingga berakhir dengan penuh makna. Sebuah tulisan yang akan mengabarkan sebuah realita bahwa dirimu tidaklah sendirian. Kita semua sedang berjuang, walau dalam proses yang berbeda nun panjang.