<< / >>

<< >>

Saat bersiap memperkosa Upik yang terbaring di hadapannya tanpa busana, Ridwan teringat saat pertama kali memakai celana panjang. Ingatan itu membuatnya geli. Ia tidak ingin ada yang mengetahuinya, apalagi Upik yang telanjang dan dalam cengkeraman hawa nafsunya. Senyum kaku dan aneh tergantung di bibirnya. Hari itu, hari pertama dia memakai celana panjang, terpatri dalam ingatannya, tapi itu bukan hanya karena celana itu sendiri. Celana panjang itu apa? Namun celana panjang pertama itu memiliki arti khusus bagi Ridwan. Saking pentingnya, bahkan ingatan saat pertama kali memakainya kembali ke benak Ridwan saat hendak melakukan aksi perkosaan yang menghebohkan itu.