<< / >>

<< >>

Tubuh Kau Puisi berbicara mengenai fragmen-fragmen rumit berdasarkan cinta yang sebetulnya sederhana, sebab tokoh “Aku“mewakili orang-orang yang berperasaan lembut tapi sulit berkata jujur. Tokoh “Kau” di dalam buku ini bisa seorang kekasih, kegelisahan penulis, orang-orang pemurung di jalanan, tumpukan kesedihan di dalam dada, atau bisa juga segenap kenangan yang menghubungkan rahasia dan alam semesta. Buku ini ditulis sebagai respons atas perilaku anak muda yang candu modernisasi dan menanggalkan budayanya sendiri, anak muda yang kurang menghormati orang tua, para orang dewasa yang melewati batas dalam perannya di kota sehingga tidak pernah pulang ke desa, atau bisa saja orang-orang yang berusaha tampak baik-baik saja padahal di dalam kepalanya terdapat banyak kesedihan yang ingin mereka lupakan. Tubuh Kau Puisi dibentuk berdasarkan ekspresi-ekspresi ketulusan, kemarahan, kesedihan, dan kegelisahan yang terasingkan di dalam aktivitas-aktivitas kerja.