<< / >>

<< >>

Hidup adalah perjalanan sepanjang hayat. Perjalanan yang tidak melulu diisi dengan manisnya senja yang terlihat anggun dengan magic hour-nya. Jadi, semendung apa pun perjalanan itu, tetaplah istimewa dan layak untuk disyukuri dan dinikmati tiap langkahnya. Jangan pernah mengutuk hal buruk dalam hidupmu. Bisa jadi, hal itulah yang menjadikanmu ada di puncak kejayaan saat ini. Seremeh apa pun hal itu. Tragedi dalam Semangkuk Mi misalnya. Bagaimana tragedi dalam Semangkuk Mi dapat membuat hidup jadi terasa asyik? Erlana, seorang petualang kehidupan, sedari belia harus menelan pahitnya hidup. Sampai akhirnya, dia berada di lingkungan yang mengubah banyak hal dalam hidupnya. Tempatnya membangun visi hidup, menempa kematangan diri, dan menemukan ‘pintu-pintu rahasia’ menuju petualangan hidup yang seru. Petualangan sebenarnya baru dimulai tepat setelah dia meninggalkan tempat itu. Bagaimana dia menjalani hidup setelah meninggalkan kawah candradimukanya? Mampukah dia mewujudkan mimpi-mimpinya? Apakah dia akan tetap menjadi Erlana yang orang-orang kenal sebelumnya, ataukah dia akan menjadi pribadi yang sama sekali berbeda? Apa sebenarnya keinginan terbesar yang ingin diraihnya? Penasaran? Silakan baca sendiri kisah lengkapnya, ya. Boleh baca sendirian sambil ngopi dan makan cemilan, atau rame–rame bareng teman di perpustakaan, atau yang nyekripsi boleh juga baca sambil nunggu waktu bimbingan, lumayan, kan, kali aja ada part–part yang nyantol di pikiran, terus siap diimplementasikan dalam kehidupan. Cie, pesan moral. Wkwkwk.