<< / >>

<< >>

Aku mencium sesuatu yang tidak beres. Gadis itu lebih dari sekedar anak dari adik sepupu ayahnya! Dengan manja gadis itu menarik lengan Phil dan bergelayut di sana. Phil tampak jengah sekali namun ia tak kuasa menyingkirkan tangan kecil mungil mulus itu. Mendidih darahku. Aku segera meninggalkan mereka semua. "Nana, tuhggu!" panggil Phil berulang-ulang dalam Bahasa lnggris sambil mengejarku. "Kamu enggak kecewa dengan keputusanku?" "What for?" "Kukira kamu bakal kecewa." "Kecewa, tapi aku sudah mengira kalau kamu pasti akan stick to your dream." Dan cincin pertunangan itu kukembalikan ke Tante Rita ketika ia mampir ke Singapura. "Kuharap suatu hari kau benar-benar menjadi menantuku, Nana," katanya. Aku hanya tersenyum. Aku tidak tahu apakah itu akan menjadi kenyataan.