<< / >>

<< >>

Secarik kertas putih dia genggam begitu erat, seakan takut sang angin mengambilnya. Matanya menatap tajam pada langit sore. Menampakan kegelisahan dalam hatinya. Di pojok taman kota, dia duduk sendiri. Hanya berteman secarik kertas yang ia selalu baca berulang kali. Sendiri hanya untuk menunggu janji. Kehidupan tak selamanya berjalan sesuai dengan keinginan. Jalan terjal lebih sering kita lalui. Pahit manis kehidupan adalah kesatuan yang tak terpisahkan dan saling mengiringi. Buku ini berisikan ungkapan hati tentang cerita cinta dan kehidupan. Dirangkai dengan kata-kata indah dan puitis.