<< / >>

<< >>

Untuk mengeruk uang? Benarkah tujuan Sunu ke Batam untuk mengeruk uang? Sunu tersenyum pahit. Bagaimana mungkin perjalanan kali ini untuk mengeruk uang sementara orang yang menawarinya pekerjaan di pulau itu cuma sanggup membayar dua ratus ribu rupiah per bulan? Kalau bukan untuk uang, lalu untuk apa? Ataukah perjalannya hanya sebagai bentuk pelarian dari realitas yang tak kunjung ia pahami haikatnya? Seribu tanya di benak Sunu tak melahirkan seribu jawab, tapi seribu tanya yang lain. Tak kunjung menemukan jawaban, Sunu berkesimpulan, “Nasib terbaik bagi manusia barangkali adalah tidak dilahirkan ke dunia” Ah, benarkah? Temukan jawabannya dalam buku ini.