<< / >>

<< >>

Deskripsi:

AKU selalu memanggilnya Sensei. 1) Oleh karena itu, aku akan menyebutnya sebagai “Sensei” saja dan tidak menyebut namanya yang sebenarnya. Bukan karena kupandang ini lebih bijak, tetapi karena kurasa lebih wajar bila kusebut demikian. Kapan saja kenangan padanya datang kembali padaku sekarang ini, kukira bahwa aku masih selalu mengingatnya sebagai “Sensei”. Dengan pena di tangan, aku tak dapat memaksa diriku menulis tentangnya dengan cara lain.