<< / >>

Deskripsi:

Di zaman kolonisasi, pertanian padi dimanjakan agar produksi stabil dan kebutuhan pangan masyarakat jajahan terjamin, sehingga kenyamanan usaha perkebunan kolonial tidak terganggu; berbekal tesis Thomas Robert Malthus, kamuflase dan perangkap yang sama diterapkan dalam era modernisasi, melalui pembangunan dan industrialisasi pertanian yang dikemas apik dalam skema revolusi hijau (green revolution), pertanian padi kembali dimanjakan (bahkan di nasionalkan) dengan berbagai subsidi pupuk kimia, pestisida kimia, alat mesin pertanian modern, benih bersertifikasi, irigasi teknis dan kredit (hutang) berbunga rendah, arah utamanya agar kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dan stabilitas politik Indonesia kondusif, dengan itu usaha korporasi agribisnis (terutama perkebunan sawit) dan industri manufaktur yang didominasi korporasi asing (dan aseng) tidak terganggu; singkatnya, dengan politik dualisme akan tercipta kondisi: “petani nyaman bersubsistensi, korporasi aman mengeksploitasi

Eksemplar:

No Kondisi Harga Ketersediaan Lokasi Perpustakaan Lokasi Penyimpanan