<< / >>

<< >>

Kisah persahabatan yang tidak biasa terjalin di Pesantren Nurul Islam. Fasya dan Fajar, dua sahabat yang sama-sama berusaha mencapai target hafalan Al-Qur’an agar bisa ikut wisuda bil ghoib di pesantren. Tetapi di tengah-tengah perjuangan mereka menghafal Al-Qur’an, mereka berdua juga harus berjuang melawan penyakit yang mereka derita sejak lama.  “Bacalah Al-Qur’an dengan hati, pahamilah Al-Qur’an dengan hati, amalkan Al-Qur’an sepenuh hati dan simpanlah Al-Qur’an dalam hati,” nasihat Fajar kepada Fasya.  “Aku tahu kamu sakit, aku juga sakit Fajar, aku tahu apa yang kamu rasakan. Tapi, dengan menghafal dan mempelajari Al-Qur’an bersamamu, terasa sisa waktuku masih panjang. Aku tak lagi memikirkan penyakitku. Perjuangan kita dan persahabatan kita di atas kursi roda, seharusnya layak untuk diberi penghargaan, hahaha,” tulis Fasya dalam suratnya.           Berhasilkan kedua sahabat itu menyelesaikan hafalan Al-Qur’an mereka dan sembuh dari penyakitnya?