<< / >>

Deskripsi:

Ayam kampung merupakan unggas lokal yang sudah dikenal masyarakat sejak dahulu kala. Ayam yang berasal dari hasil keturunan ayam hutan merah ini awalnya banyak dipelihara masyarakat di perdesaan sebagai hewan umbaran (tidak dipelihara secara intensif ). Mereka memanfaatkannya sewaktu-waktu untuk dikonsumsi daging dan telurnya atau untuk dijual pada saat ada kebutuhan mendesak. Seiring pertambahan jumlah penduduk dan meningkatnya kebutuhan terhadap protein hewani serta semakin majunya pengetahuan di bidang usaha peternakan, ayam kampung mulai dipelihara secara intensif dengan cara dikandangkan dan diberi pakan yang cukup. Ayam kampung memiliki kelebihan pada tekstur dagingnya yang kenyal dan berisi serta tidak lembek dan terlalu berlemak. Selain itu, citarasa dagingnya juga unggul karena gurih dan lezat. Kelebihan lain dari ayam kampung adalah dagingnya tidak mudah hancur pada saat diolah menjadi aneka jenis masakan. Di balik kelebihannya, ayam kampung memiliki kekurangan yaitu pertumbuhannya yang cukup lambat dibandingkan ayam ras pedaging yang juga sama-sama berperan sebagai salah satu sumber pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Dalam rangka mempercepat pertumbuhan ayam kampung sehingga waktu pemeliharaan menjadi lebih cepat, praktisi peternakan di dalam negeri termasuk penulis berinovasi dengan mengawinsilangkan antara ayam kampung atau ayam lokal unggul lainnya dengan ayam ras petelur (layer) sehingga dihasilkan ayam kampung super (Jawa: ayam kampung jowo super/joper) yang pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan ayam kampung biasa.

Eksemplar:

No Kondisi Harga Ketersediaan Lokasi Perpustakaan Lokasi Penyimpanan