<< / >>

<< >>

Melalui pendalaman materi ini, calon baptis diharapkan dapat melakukan proses katekumenat secara seimbang antara pengetahuan, penghayatan, dan perwujudannya. Mereka sungguh mengalami keseimbangan, sebab menjadi calon baptis tidak hanya berbicara mengenai akal budi, yaitu memahami ajaran, tetapi sangat terkait dengan penghayatan dan perwujudan iman dalam kehidupannya sehari-hari.