<< / >>

Deskripsi:

Hasil penelitian menujukkan bahwa kandungan bahan organik di lahan sawah < 1%. Hal ini terjadi karena tanah terus-menerus terpapar pupuk kimia. Tanah yang demikian dikategorikan sebagai tanah mati karena tidak mempunyai daya dukung lagi terhadap produktivitas tanaman. Padahal, tanah yang baik dan produktif membutuhkan kandungan bahan C-organik > 2%. Selama kondisi lahan produksi pangan belum disembuhkan, untuk mempertahankan produktivitas pangan dibutuhkan asupan pupuk yang meningkat secara gradual. Oleh karena itu, diperlukan tindak revitalisasi lahan produksi pangan secara bio-organik. Di samping sebagai sumber nutrien, fungsi bahan organik juga berperan sebagai pembenah tanah. Latar belakang rekayasa pupuk organik adalah terkait dengan kepentingan tersebut, dikhususkan untuk memformulasi kebutuhan pupuk NPK organik. Permintaan pupuk jenis ini dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2010 mencapai 7 juta ton, bahkan pada tahun 2025 diperkirakan akan mencapai 23,21 juta ton. Saat ini, bahan baku sumber fosfat dan kalium masih diimpor dari Maroko, Tunisia, Yordania yang nilainya mencapai nilai US$ 1,2 miliar (Kontan, 01/09/2009). Kemampuan produksi relatif belum mencukupi, walaupun diperkirakan PT Pupuk Kalimantan Timur diharapkan pada tahun 2014 mampu memproduksi hingga 2,6 juta ton.

Eksemplar:

No Kondisi Harga Ketersediaan Lokasi Perpustakaan Lokasi Penyimpanan