<< / >>

Deskripsi:

Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau hama dan penyakit merupakan salah satu kendala dalam budidaya tanaman sayuran yang dapat menyebabkan kegagalan panen. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Undang-undang No. 12 Tahun 1992 Tentang Sistem Budidaya Tanaman yang menyatakan bahwa perlindungan tanaman harus dilakukan dengan sistem PHT. Penerapan PHT pada budidaya tanaman sayuran dapat terlaksana jika tersedia teknologi dan petani yang telah terlatih. Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), salah satu Unit Pelaksana Teknis di bawah Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian telah banyak melakukan penelitian mengenai komponen teknologi PHT pada tanaman sayuran termasuk tomat. Buku Panduan Praktis Budidaya Tomat ini disusun untuk keperluan pelatihan petani dalam kegiatan Knowledge Transfer Work Package, vegImpact Project kerja sama PT East West Seed Indonesia dan Wageningen University and Research Center, Belanda dengan Balai Penelitian Tanaman Sayuran. Edisi pertama panduan praktis ini diterbitkan oleh Balitsa dalam bentuk electronic file sehingga peredarannya sangat terbatas. Oleh karena besarnya permintaan dari petani, kalangan agribisnis dan praktisi pertanian, panduan praktis tersebut dicetak ulang dalam bentuk hard copy.

Eksemplar:

No Kondisi Harga Ketersediaan Lokasi Perpustakaan Lokasi Penyimpanan