<< / >>

<< >>

Deskripsi:

“Hidupku untuk menciptakan kebahagiaan pada diriku. Bukan berpura-pura demi mereka bahagia,  toh mereka tidak pernah memikirkan aku sedetik saja” Tali infus bergantung tinggi. jarum Menusuk tangan ayah terbalut kain putih. Membengkak. Sedikit mengembang. Hampir enam bulan sudah ayah terbaring dalam ruangan. Ibuku selalu setia menjaganya. Terjaga dari malam hari. Sekedar mengantar ayah ke kamar kecil.  Lorong. Masih membayang kan sisa-sisa perayaan tahun baru. Ayam-ayam yang dicuri,  botol-botol minuman berserakan, jagung hangus terbeku margarin disekitarnya. Sampah petasan berserakan dimana saja. Tapi siapa yang akan tahu. Suasana jalan tersakiti oleh mata ini. Hanya sekedar sisa kenangan di malam pergantian tahun. Awan dan Minhyun. Harus membereskan rumah. Aku sih tidak keberatan. Lagian pun aku tinggal dan hidup di rumah itu. Jika aku mau meraja ya.. Aku sadar lebih baik aku pindah ke kerajaan saja. Duduk megah di singgasana. Meraja saja. Tapi inilah takdir dan sebuah kenyataan.