<< / >>

<< >>

Penurunan produksi ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam kelancaran produksi ASI. Teknik acupressure points for lactation (APL) dan breast massage (BM) merupakan solusi untuk kelancaran produksi ASI. Tujuan penelitian menganalisis efektifitas metode APL, BM dan kombinasi APLBM terhadap waktu pengeluaran ASI dan kecukupan ASI bagi bayi. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan rancangan post test only with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum dan bayinya di PMB Ny. “W” dan RB Bunda Panekan Magetan periode bulan Juli-Agustus 2019 dengan besar sampel masing-masing kelompok 8, sehingga total sampel 32, yang diambil secara consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar wawancara waktu pengeluaran ASI dan kecukupan ASI. Analisis data menggunakan uji t-test dan Mannova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik APL, BM dan teknik kombinasi APLBM lebih efektif terhadap pengeluaran ASI dan kecukupan ASI dibandingkan kelompok kontrol (p<0,05). Teknik kombinasi APLBM paling efektif dalam pengeluaran ASI dibandingkan dengan teknik APL, BM dan control (p<0,05). Teknik kombinasi APLBM dan perlakuan teknik APL memiliki efektifitas yang sama terhadap kecukupan ASI (p>0,05); teknik kombinasi APLBM paling efektif dibandingkan dengan teknik BM dan kontrol (p<0,05). Teknik kombinasi APLBM paling efektif dalam pengeluaran ASI dibandingkan dengan teknik APL, BM dan kontrol. Teknik kombinasi APLBM dan teknik APL memiliki efektifitas yang sama terhadap kecukupan ASI; teknik kombinasi APLBM paling efektif dibandingkan dengan teknik BM dan kontrol. Bidan diharapkan menerapkan teknik kombinasi APLBM pada ibu postpartum dengan melibatkan keluarga, meningkatkan pendidikan kesehatan, motivasi dan pendampingan manajemen laktasi.