<< / >>

<< >>

“Dan, sesiapa yang memperhatikan al-Qur’an, baik dengan membacanya, apalagi sampe menghafal, mengerti, belajar, mengajarkan, mengamalkan al-Qur’an, maka mereka ini disebutnya Sahabat al-Qur’an (ash-haabul Qur’an). Pantaslah jika di dunia ini dan di akhirat nanti, al-Qur’an menolongnya.” (Ustadz Yusuf Mansur, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Qur’an, Tangerang) “Salah satu bentuk maksiat lisan yakni jika sudah diberi anugerah berupa al-Qur’an tetapi tidak digunakan untuk nderes.” (K.H. R. Muhammad Najib AQM. Pengasuh Pondok Pesantren al-Munawwir, Krapyak.) Salah satu mukjizat al-Qur’an dan sekaligus keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kita-kitab suci lainnya adalah kemudahannya untuk dihafal oleh siapa saja. Namun nyatanya, tidak semua muslim dapat menghafal al-Qur’an. Penyebab ketidaksanggupan menghafal Kalamullah tersebut, salah satunya, adalah terjebak oleh mitos-mitos dan pandangan-pandangan yang keliru. Mitos dan pandangan keliru itulah yang menjadikan banyak orang takut untuk menghafal al-Qur’an. Buku ini berupaya mengoreksi dan mengklarifikasi berbagai pandangan dan mitos yang keliru tersebut. Guna menguatkan klarifikasi, penulis juga menyodorkan metode cepat untuk menghafal al-Qur’an. Dengan demikian, siapa saja orangnya dan apa pun kesibukannya, dapat menjadi seorang tahfizh. Tidak percaya? Silakan mencoba!