<< / >>

<< >>

Kenangan perlu dirangkai untuk makna hidup yang lebih hidup Puisi, bahasa yang dikemas dengan indah untuk mengekspresikan hal-hal bermakna. Tak hanya fungsi itu, puisi juga merupakan media dalam menyampaikan makna menurut perspektif penulisnya dengan melibatkan pengalaman serta pengetahuan yang ia miliki, termasuk juga melibatkan kenangan. Merangkai Kenangan, judul buku ini, didasari pada kejadian dengan makna berbeda-beda yang diindra oleh individu hidup dengan rasa. Dengan begitu, buku ini dimaksudkan untuk menghadirkan berbagai perspektif, pov, kejadian yang telah diindra dan dimaknai oleh berbagai individu. Tak kurang, sebanyak lebih kurang 200 puisi yang berasal dari individu berbeda terwadahi dalam buku ini. Puisi yang renyah, mengundang niat tawa, mengundang kaca-kaca pada mata mencampur aduk hati setiap pembaca. Seperti menaiki wahana ekstrem tanpa pengaman selain eratnya pegangan tangan pada besi dingin di depan badan, pembaca benar-benar dibawa naik dan turun, salah-salah jika pegangan terlepas, pembaca akan jatuh dalam lautan kenangan dengan banyaknya air mata. Ini adalah buku yang tepat dibaca dalam situasi apapun, ketika senang maka pilihlah puisi dengan topik kenangan senang, dan ketika sedih maka pilihlah topik yang mendayu hingga puas menangis. Terima kasih segenap panitia telah menghadirkan tema kenangan dalam rangkaian buku puisi milik Badan Sastra. Selamat menyelam!