<< / >>

<< >>

Deskripsi:

Bertumpu Pandu syukur kehadirat Al Ghofur beriring Panji Puji kehadirat Ilahi Robbi yang telah memberikan ilmu kepada hamba-hambanya. Dengan ilmu itu maka manusia bisa menjalani kehidupannya dengan teratur. Sebagaimana diketahui ilmu-ilmu yang sudah disebarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'Ala kepada hamba- hambanya pada akhirnya suatu saat ditarik kembali, karena sebenarnya apa yang kita miliki hanyalah titipan Semata. Diantara cara menghilangkan ilmu dari muka bumi ini adalah dengan cara mewafatkan para ulama. Ulama yang kita butuhkan bila mereka wafat maka kita akan kehilangan ilmu mereka. Padahal kita sangat haus terhadap ilmunya yang pasti akan menjadi kebutuhan tersendiri untuk mengarungi kehidupan ini, Sehubungan dengan itu maka kita sebagai generasi penerus harus berpikir bagaimana caranya menumbuh-kembangkan generasi baru untuk menempati posisi para ulama tersebut. Ulama harus ada di setiap masa karena dengan adanya para ulama, keilmuan itu akan sampai kepada umat. Di dalam salah satu hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa para ulama itu diumpamakan seperti bintang-bintang yang ada di langit yang akan menerangi kegelapan daratan dan lautan. Bilamana bintang- bintang itu redup maka bisa jadi orang-orang yang sudah mendapatkan hidayah menjadi tersesat kembali. Sehubungan dengan itu Persatuan Islam istri mendirikan satu lembaga bernama Tamhidul Muballighat yang berarti adalah sebuah persiapan untuk menjadi mubalighat . Dengan adanya Tamhidul Mubalighat maka keilmuan itu akan diteruskan dan dikembangkan sehingga mereka bisa tampil di masyarakat untuk menyampaikan Alquran dan as- sunnah dengan harapan ulama-ulama perempuan muncul untuk lingkupnya sendiri. Sebagai pelaku dakwah juga bagian dari guru Tamhidul Mubalighat saya menyambut baik dengan terbitnya buku ini, karena kemungkinan mereka ada yang belum memahami apa itu Tamhidul Muballighat. Ketika sudah dijelaskan semua prosedur dan semua alur di dalam lembaga ini maka para anggota persistri akan memahami dan lebih jauh dari itu mereka akan tergerak hatinya untuk menjadi peserta di dalamnya, selama 3 tahun dengan menempuh pendidikan ini di marhalah kesatu marhalah kedua marhalah ketiga. Kemudian peserta yang lulus dari Tamhidul mubalighat itu ada semacam seleksi daiyah. Mereka akan mendapatkan kartu daiyah dan bisa menyampaikan dakwahnya di lingkupnya sendiri atau berdasarkan jadwal yang diterima. Maka saya berharap Mudah-mudahan lembaga Tamhidul Mubalighat semakin maju semakin banyak pesertanya dan dengan demikian kita punya harapan besar bahwa para Daiyah yang sudah wafat meninggalkan kita , maka kita akan menggantikan nya dengan generasi baru dan kita akan menumbuh kembangkan kembali agar di Persatuan Islam istri bertambah banyak Muballighat yang bertanggung jawab dalam menyampaikan risalah Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Pada akhirnya kita berdoa dan berharap mudah- mudahan penyelenggaraan Tamhidul Muballighat tetap berlangsung dan didukung oleh semua pihak. Semoga Allah memberi kelancaran kemudahan dalam segala sesuatunya. Persistri memiliki daiyah di setiap masa jihadnya dan tidak akan pernah kehilangan Ulama di kalangan perempuan sekalipun dengan keterbatasan tentunya tetapi ketika risalah sampai kepada umatnya, maka itulah yang menjadi cita-cita kita semua . Allahu ya’hudu biaidina illa maafihi khoirun lil islami wal muslimin. Wassalamualaikum wr wb.