<< / >>

<< >>

Buku ini berisi puisi-puisi menarik yang terlukir dari hati dan jiwa yang amat dalam. Dari beberapa pemimpi yang sangat mengharapkan dapat menduduki istana mimpi itu, sehingga tak jarang mereka berjuang dengan cara yang menggebu-gebu. Mereka ingin menggapai nirwana kehidupan. Dari berpuisi bersama senja, jadi berpuisi di depan insan-insan sebagai penggemar dan calon penggemar, atapun pencapaian yang lain. Setiap kata demi kata tersusun tertib seperti kita lalui jalan hidup ini. Kita harus tertib melalui jalan hidup walau sebetulnya sungguh panas dan penuh badai. Tapi yakinlah, badai pasti berlalu. Sehingga kita dapat hidup damai di mahligai yang kita naungi. Beberapa puisi di buku ini adalah: Kesan Pertama, Penyair desa, Anak kecil, Jeda, Sekali lagi, Penderitaan, Rindu, Kejatuhan langit, Kepada anak, kekasih, Cinta yang Canda, Sarangan, Venna, Seutas tali, Wanita, Kehidupan malam, Sang Renjana, Tertatih, Rimpuh Sudah, Merapal, Waktu Berpulang, Aku Enggan, Bukan, Tentang Filosofi, Dimana Keadilan, Dua Sisi, Tidak secerah dulu, Kebisuan, Puing-Puing Janji, Alam Yang Menyejukkan, Aku Kangen, Belenggu Cindy, Bakso dan Terbaik Terbaik, Harta Adalah Angan, Beri Arti, Delete My Love, Di Naungan Baik, Ayahku, Jerit hati yang tersiksa, Bersedih, Kawan, Rindu dan Cinta, Terima kasih, Ibu, Sayang, Setelah Dunia, Dan Petuah di Penghinaan