<< / >>

<< >>

Deskripsi:

S aya terima nikahnya Lentera Naifa binti Haerun Syalaf dengan maskawin seperangkat komputer dan alat shalat dibayar tunai!” “Para saksi, sah?” “Sah!” “Alhamdulillah ....” Udah, begitu doang? Maksudku, ini tidak seperti yang kubayangkan. Aku kira akan ada yang copot. Jantungku kek, paru-paru, empedu, apa sajalah! Tapi ini? Benarbenar tidak ada kesannya. Terlepas bagaimana perasaan mempelai pria— kurasa mas-mas di sebelah agak gugup, tapi whatever-lah—aku sungguh tidak merasakan apa-apa. Desiran seujung kuku pun tidak ada. Benar, kan, dugaanku. Menikah itu tidak istimewa-istimewa amat. Jadi, kembali pada jalur rencana. Misi kedua telah terselesaikan. Aku sudah resmi menjadi seorang istri dari lelaki mapan. Mapan, ingat, bukan berarti kaya raya. Yang penting lelaki ini memenuhi kriteria secara kepribadian: tidak cerewet, satu; tidak suka ikut campur, dua.