<< / >>

<< >>

Menulis puisi merupakan pentas yang tak akan pernah berhenti. Sebuah pawai yang tak ada ujung maupun pangkalnya. Melainkan tirai yang bisa sedikit saya sibak, lalu mengintip seberkas kemilau pawai ribuan warna dan cahaya, kemudian sebisa mungkin mengungkapkan kembali melalui kata-kata. Misteri, rahasia, keindahan, dan tentunya ketidaktahuan atas luasnya jagat raya ini menjadi pesan tunggal bagi para pembaca. Pandanglah puisipuisi di sini sebagai etalase, jendela, atau lubang intip, untuk menyelami sendiri samudra yang terus bergelora dalam diri setiap orang. Pesona itu juga bisa dilihat dalam darah dan daging, dalam hidup sehari-hari saat keringat dan daki berjumpa. Terutama kerja dan interaksi dengan orang-orang demi melahirkan buku ini.