<< / >>

<< >>

Kritik dan Esai, Ragam Cinta dari Masa ke Masa ini, merupakan kumpulan kritik dan esai dari enam judul novel yaitu Sitti Nurbaya, Belenggu Saman, Ayat Ayat Cinta ,Perahu Kertas, dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Sitti Nurbaya. Novel yang terkesan tendensius karena mengkritik penjajah Belanda ini, bertahun-tahun menimbulkan kesalahpahaman seolah berisi kawin paksa. Belenggu, membahas konflik psikologis para tokohnya, orang-orang terpelajar yang masih terjebak tradisi.  Saman. Para tokoh bergaya hidup bebas tidak mematuhi tradisi patriarki yang menuntut harus perawan, persembahan kepada lelaki mapan yang kelak menikahinya. Laila yang masih perawan, terjebak mencintai Sihar yang telah beristeri. Ayat Ayat Cinta, mahasiswa Indonesia, Fahri, dicintai beberapa perempuan di Mesir.  Mereka berulah aneh-aneh, misalnya memfitnah Fahri memerkosanya, ada pula yang sakit keras. Aisha meminta suaminya berpoligami menikahi Maria agar sembuh. Permintaan unik, menyiratkan kesan, seolah perempuan baik seperti Aisha itulah, sehingga  menyulut banyak kritik dari perempuan. Perahu Kertas. Kesamaan renjana Keenan dan Kugy, membuat keduanya merasakan kecocokan. Keenan dicintai Wanda yang manipulatif, tapi menolak meskipun popularitas dan uang akan cepat diraih. Keenan lebih suka menjadi pelukis profesional daripada“ghost painter”. Chemistry keduanya, membuat Remi pacar Kugy, dan LuhDe pacar Keenan, mengundurkan diri agar keduanya kembali bersatu. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Kisah cinta yang berakhir tragis karena dipisahkan oleh adat Minangkabau pada masa itu. Tuhan telah mempertemukan kembali kedua tokoh yang terpisahkan adat, yaitu Zainuddin dan Hayati. Akan tetapi, dendam Zainuddin terhadap penolakan keluarga Hayati membuatnya mengusir Hayati dari rumahnya.