<< / >>

<< >>

Cerita ini berkisah tentang dunia hewan yang dapat berbicara dalam satu bahasa. Krat-krat. Begitulah nama tokoh utama cerita ini. Dia seekor tikus betina yang sedang hamil tua dan sebentar lagi melahirkan bayinya. Sayangnya, krat-krat adalah tikus yang pemalas. Selain itu, ia acapkali melakukan hal-hal yang ceroboh yang pada akhirnya mencelakakan diri sendiri. “Mungkin nasibku yang malang…” kata Krat-krat dalam hati. Ia kuatkan hatinya berada dalam hukuman. Kakinya terasa gemetaran, begitu duduk di atas bangku yang tersedia. Ia akan berpisah sebentar lagi dengan sahabat-sahabatnya yang pernah ia tuduh sebagai pembunuh anaknya. Sebenarnya, ialah yang lalai. Ialah yang ceroboh. Ialah yang pendendam. Ternyata sifatnya belum juga dapat diubahnya. Padahal, ia sangka, ia telah dapat mengubah sifatnya. Akan tetapi, ia lupa. Setiap saat setan selalu menggoda. Dan ia terperosok lagi pada sifatnya yang buruk. Hatinya sangat sedih sekali. Akan tetapi, ia berdoa kepada Tuhan, semoga diampuni segala kesalahannya.