<< / >>

<< >>

Buku ini mengisahkan perjalanan 6 bersaudara sebagaimana yang dirasakan oleh si bungsu (sayap 6). Betapa si bungsu menyerap banyak pelajaran dari orang tua, kakak-kakak serta lingkungan keluarganya. Dalam tulisan ini tergambarkan bagaimana sebuah keluarga berproses, bekerja sama dan sekaligus juga berlomba. Perlombaan yang bukan saling menjatuhkan, tapi menetapkan standar yang lebih tinggi dan setiap orang berada di jalur masing-masing. Membayangkan 6 bersaudara mungkin agak sulit bagi millenial di masa sekarang, tapi bagi baby boomers ini adalah hal yang biasa. Ketika si bungsu lahir pada tahun 1970, kami tinggal di perumahan dosen IKIP dan Unand di Air Tawar, Padang. Sebuah lingkungan yang terpelajar karena berisi keluarga para dosen, dan juga menjadi satu atap dengan kampus IKIP dan kampus Unand. Papa saat itu masih berusia 35 tahun dan termasuk kalangan dosen muda