<< / >>

<< >>

Ketika wanita jatuh cinta, maka saat itu pula logika akan berkelahi dengan hatinya. Dan sekali lagi waktu yang akan memperlihatkan siapakah pemenangnya. Pikiran atau perasaannya? Ketika wanita jatuh cinta, maka di sisi lain ia justru sedang menunggu jatuh air matanya juga terluka hatinya, karena ketika mencintai berarti siap-siap untuk terjatuh juga. Tapi tak mengapa, sebab bagi wanita menjadi pelayan untuk pria yang dicintainya adalah kebodohan yang disenanginya. Tapi ingat juga wahai kaum pria, akan datang satu masa ketika wanita jatuh cinta, Ia juga akan menggunakan logikanya dan itu berbahaya. Karena saat itulah akan berakhir puncak kesabarannya. Ia juga bisa menggambil suatu sikap untuk pergi dari cintanya jika sabarnya sudah berganti dengan sadarnya. Sebab cinta juga butuh akal sehatnya dan hati akan menemui titik lelahnya. Karena buaya tak cuma jantan semata, betina pun ada. Lima puluh puisi dibuku ini akan memberikan gambaran seperti apa dan bagaimana ketika wanita jatuh cinta. Bagaimana jatuh bangunnya wanita dalam soal cinta, bagaimana ia harus bertarung antara logika dan hatinya, bagaimana kemudian ia yakin atas pilihannya dan bagaimana ia bangkit dari sakit hatinya. Selamat membaca.