<< / >>

<< >>

Inilah kisah Salwa dengan cintanya dan Ilham tentang perjuangannya. Salwa dalam diam memendam perasaannya kepada Ilham, salah satu santri di Pondok Pesantren yang diasuh oleh Ayahnya. Cintanya tidak pernah ia ungkapkan, hanya doa yang dipanjatkan untuk terkasih. Meski dia pernah mengirim surat untuk Ilham, namun Ilham tidak segera membaca surat darinya. Bukan karena Ilham tidak cinta, hanya keadaanlah yang membuatnya lupa karena tekanan ekonomi keluarga dan mewarisi beban sebagai tulang punggung keluarga. Keinginan untuk bekerja di tanah rantau demi mengejar cita-cita dan demi meringankan beban keluarga sudah melingkar bulat di hatinya. Terpaksa dia pergi meninggalkan Pesantren yang telah menampungnya selama enam tahun ditambah satu tahun setelah masa pengabdiannya.