<< / >>

<< >>

“Bunga apa itu?” tanya Dara pada Kak Farhan yang sedang berjongkok di halaman. “Bunga melati, tahu!” mata Kak Farhan melotot. “Lihat, tuh, bunga melati tumpuk. Bagus, kan?” Dara memperhatikan. Tersenyum sendiri. “Masak anak laki-laki .…” “Awas kalau kamu ngomong-ngomong sama temanku, aku punya pohon bunga!” belum selesai kalimat yang diucapkan Dara, Kak Farhan sudah melotot. “Nanti aku bilang sama …,” Dara berteriak. Berlari sebelum kalimatnya selesai. Tapi, Dara tidak sempat mengelak ketika Kak Farhan melemparkan sandal ke arahnya. “Ummi … Kak Farhan nakal …!” Dara memegangi kepalanya. Sakit sekali rasanya. Kak Farhan langsung sembunyi sebelum Ummi datang.