<< / >>

<< >>

“Ya ampun, bagaimana bisa kamu terjatuh? Sekarang lihat elur-telur kita! Semuanya hancur!” omel Sri. “Sudah, jangan marah dulu. Sekarang permasalahannya, apa yang akan kita katakan pada Bu Santi?” tanya Geo. Semua terdiam, meratapi kulit telur yang hancur, sehancur hati mereka saat ini.Tak lama kemudian, Bu Santidatang.Rianselakuketuakelompokmajumenceritakan apa yang sudah terjadi. Bu Santiterlihat sedang merenung. “Padahalinihariterakhirpenilaiannya.Bagaimanabisahancurbegitu?”Bu Santibenar-benartidakhabispikir. Hmm, apa yang akan dilakukan Rian dan kawan-kawannya, ya? Apakah mereka akan menyerah begitu saja? Pasrah tidak mendapat nilai atas hasil prakarya mereka? Simak kelanjutan ceritanya dalam buku ini, ya! Masih ada 9 cerpen bagus lainnya!