<< / >>

<< >>

Buku antologi puisi “In Memory” adalah kumpulan puisi dari Naila Salsabila Utami yang dirangkai menjadi rangkaian kata sederhana namun penuh dengan makna. Rangkaian puisi ini menceritakan sebuah kenangan di masa lalunya, keresahan perasaan dan rasa yang terabaikan semesta atau bahkan rindu yang tak berujung. Mengungkapkan baik kisah cintanya pada masa remaja, maupun tentang kehidupan di masa lalunya. Mengungkapkan keresahan di hati mengenai diri kita dengan Tuhan, maupun diri kita dengan semesta beserta isinya. Tujuan hadirnya buku ini adalah sebagai bentuk curahan rasa yang diabaikan menjadi diabadikan lewat rangkaian kata dalam kenangan (In Memory) yang isinya terkandung hikmah dan pesan yang dapat dipetik. Salah satu judul puisi di dalamnya yang berjudul “Akankah Bingkisan Rinduku Tersampaikan?” yang menceritakan bahwa ia sangat merindukan sosok seorang ayah yang telah meninggalkan dia, berharap hubungannya membaik. Rindu yang terus berkecambuk melawan pikiran yang dikecewakan, dan berharap rindunya akan tersampaikan. Berharap semuanya akan menjadi baik-baik saja. Kemudian ada puisi yang berjudul “Senja” menceritakan tentang kenangan yang ingin ia lupakan. Cinta yang bertepuk sebelah tangan, membuatnya sangat terpuruk. Ketika mata terpejam, kenangan menari-nari dengan riang gembira. Potongan puisi yang berjudul “Senja”, ‘Kau yang menarikku dari kegelapan. Kini kau jugalah yang mendorongku kembali ke sana. Kau sangat berhutang penjelasan, sayang. Akankah senja menunjukkan pesonanya yang sama?’, memberi pesan bahwa kita dalam mencintai seseorang jangan terlalu percaya 100%, karena bisa jadi dia yang mendorongmu kembali pada kegelapan bahkan lebih dalam, walaupun dia sempat menarikmu dari kelamnya masa lalu.