<< / >>

<< >>

Deskripsi:

J ika korbannya bukan Ara, malam itu Yoga pasti sudah menjadi tersangka penculikan. Tak peduli malam sudah tiba di pertengahan, Yoga tetap menarik Ara yang masih mengenakan piama satin dan membawa gadis itu kabur dengan mobil mewah milik ayahnya. “Gila lo, Ga!” Ara merutuk sambil memamerkan senyum lebarnya. Nyaris pergantian hari dan Yoga tidak peduli lagi jika setelah ini ayahnya akan memarahinya habis-habisan karena membawa kabur BMW barunya. Yoga menekan tombol otomatis untuk membuka atap mobilnya, membiarkan angin malam yang sebenarnya sudah menusuk ke tulang itu menyambut mereka. Dilihatnya wajah keheranan Ara, kemudian dia melanjutkannya dengan tertawa keras-keras