<< / >>

<< >>

Deskripsi:

Senja di ufuk barat menyita perhatian. Semburat jingga di langit Jakarta benar-benar sesuatu yang asing, tapi menyenangkan. Musim panas di Ibu Kota selalu jadi hal menyebalkan bagi penduduknya. Panas! Begitu kata mereka. Akan tetapi, tidak bagi dua remaja ini. Ya. Aku dan dia. Kania dan Galih. Kami memandangi matahari yang mulai pulang, mendengarkan syair yang dihantarkan ombak, serta suara para nelayan yang ramai saling meneriaki di pinggiran Muara Angke. Kami sibuk dengan dunia kami sendiri. Tak terpengaruh oleh berisiknya keadaan di sekitar kami. Aku dan dia punya cara tersendiri, yakni dengan memasangkan satu headset di telinga masing-masing. Aku yang kanan. Galih yang kiri.