<< / >>

<< >>

Deskripsi:

A ku tertegun menatap website SNMPTN. Jurusan itu impianku. Arsitek adalah profesi impianku. Sudah sepatutnya aku berteriak kegirangan karena lolos ke jurusan yang kuidam-idamkan. Tinggal selangkah menuju impian itu, tapi yang ada di hatiku justru perasaan lain. Aku ingat bahwa Rena ada di kampus itu, dan aku merasa tidak nyaman berada satu kampus dengannya. Rasa bersalah itu sudah memenuhi hatiku, aku takut akan merasakannya lagi dan lagi ketika harus bertemu dengan Rena di sana. “Dek, keterima, nggak? Keterima di mana? Nomor registrasi kamu berapa? Biar aku bantu cek di website-nya kalau kamu belum lihat.” Royan, kakak sulungku, berteriak dari kamarnya di sebelah kamarku.