<< / >>

<< >>

Tepat bulan keenam, kata-kata ini lahir sebagai keteduhan yang menyirami perasaan. Kering kerontang dari lembah jiwa dibasuh hujan-hujan penyembuhan. Aksara tidak tumbuh sebagai kesepian, tetapi juga hakikat untuk memulihkan luka. Tidak harus jadi puisi untuk mengenang kemolekan. Segenap rasa yang tertuang adalah wujud cinta tanpa batas. Bahkan, semesta pun tak sanggup menjeda sepenggal deru kalbu. Semoga salah satu di antara belantara kata yang terserak dalam buku ini menjadi tonggak berdiri tegap. Melangkahi lara yang rapuh untuk tegar. Kehidupan ini begitu besar untuk diselami.