<< / >>

<< >>

 Karena level tertinggi dari mencintai adalah mengikhlaskannya bukan?     Teruntuk kamu yang bukan milikku lagi.      Setelah hari-hari melewati masa sulit, aku kembali pulih dalam jangka waktu yang lama. Hari-hari yang begitu menyakitkan aku harus mengikhlaskanmu, melupakan segala hal tentangmu. Sulit rasanya menerima kenyataan bahwa kau sudah tidak lagi duduk bersamaku.      Setelah sekian lama kau bersamaku, aku telah menganggapmu sebagai rumah terang benderang tempat ternyaman untuk pulang. Lalu kau pergi.      Kau mungkin tak pernah tahu rasanya tiba-tiba hidup dalam kegelapan setelah kepergianmu.       Tak apa kau tak perlu merasakannya, cukup aku saja.      Sekarang aku sudah ikhlas. Terkadang aku bangga dengan diriku, bisa mengikhlaskan tanpa membenci sedikitpun.