<< / >>

<< >>

Malam pun kian berkabut tebal hitam nan kelam mengurai dalam rinai rintik-rintik hujan dingin menembus menusuk relung kalbu Adakah bahagia dalam gelapnya malam ketika setitik cahaya berlomba di gulitanya malam Sementara semilir angin di senja itu telah benar-benar membawamu berlalu teriak dan sapaku pun tak lagi menahan langkahmu mengejar bayang-bayangmu seperti tak kuasa lagi kulaku hingga di penghujung waktu aku tertimpuk batu biru dan membeku