<< / >>

<< >>

Rasa suka terhadap sesuatu atau seseorang adalah fitrah. Kita boleh menjaganya dengan cara yang baik dan tidak boleh menurutinya jika hanya berupa nafsu belaka. Rasa suka bisa saja menjadi kebencian manakala kita terlalu mengerahkan seluruh hati untuk sesuatu yang kita suka. Sebaliknya, rasa benci yang terlalu dahsyat mampu membalikkan hati hingga dipenuhi rasa suka. Hebat, bukan? Hati adalah penentu kebaikan dan keburukan yang kita lakukan. Maksudnya, di saat hati cenderung pada kebaikan, seluruh tubuh akan menjadi baik, entah akal dan pikiran yang selalu positif, entah tubuh yang selalu semangat, entah wajah yang selalu ceria. Bagaimana jika hati ingin berbuat buruk? Ya, sudah dapat ditebak. Akal, pikiran, tubuh, dan segala diri kita akan bereaksi buruk pula. Buku ini menjadi cerita-cerita dan buah kenang yang perlu dipahami bersama. Bukan menggurui teman-teman pembaca dalam urusan menemukan cinta yang sejati, melainkan menjadi perenungan bersama dalam menggenggam rasa dengan wajar dan sesuai Islam.