<< / >>

<< >>

Sampai saat ini, sejak tahun 1980-an telah dikembangkan kegiatan Dokter Kecil yang diwadahi oleh UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Bahkan secara struktur telah dibangun wadah Pembina UKS, yaitu Tim Pembina UKS tingkat kecamatan yang memiliki hierarki sampai di tingkat pusat. Akan tetapi sayangnya, struktur tersebut belum bekerja secara optimal sehingga Tim Pembina UKS tingkat kecamatan sebagian besar berada dalam keadaan” Hidup enggan, tapi mati tak mau”. Setiap sekolah selalu memiliki UKS. Akan tetapi, UKS di sekolah hanya cenderung pada bangunan fisik ruangan. Adapun dokter kecil sebagai unit pelaku UKS tidak pernah berkiprah karena tidak adanya kegiatan dokter kecil. Tidak adanya kegiatan dokter kecil, di antaranya disebabkan oleh tidak adanya pembinaan dan pelatihan dokter kecil. Pelatihan Dokter Kecil atau pelatihan kader kesehatan sekolah merupakan salah satu bentuk penyuluhan kesehatan dengan berdasar pada pendekatan dari anak untuk anak. Pelatihan Dokter Kecil ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik agar berperan aktif dalam pelayanan kesehatan, khususnya dalam hal peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, serta memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan. Namun, para pembina dokter kecil sering mengalami kesulitan dalam melakukan pembinaan tersebut. Kesulitan ini terjadi karena kurangnya buku-buku panduan yang dapat digunakan untuk mengkader para dokter kecil. Selain itu, tidak adanya kegiatan dokter kecil juga bisa dikarenakan kurangnya ide-ide kegiatan yang dapat dilaksanakan oleh dokter kecil.