<< / >>

<< >>

Kebutuhan tenaga kerja kasar pada kontraktor-kontraktor hutan di Kal- Tim diimpor dari Filipina dikhawatirkan akan lebih banyak imigran yang berdatangan. Depnaker merintis transmigrasi proyek pertambangan. SUNGGUH keterlaluan. Sampai-sampai tukang tebang pohon di hutan-hutan Kalimantan perlu diimpor dari luar negeri. Seperti diakui sendiri oleh Kepala Kantor Penempatan Tenaga Kerja Kaltim, Masranul Anwar, sekarang ini “lebih dari 2.600 tenaga kerja asing masih bekerja pada kontraktor-krontraktor hutan di Kaltim”. Kebanyakan berasal dari Pilipina, dan tergolong pekerjapekerja tanpa ketrampilan istimewa (unskilled). Padahal yang diizinkan bekerja di perusahaan-perusahaan asing di sini menurut ketentuan Pemerintah 14 hanyalah tenaga-tenaga kerja yang terlatih. Meski demikian, masuknya pekerja-pekerja kasar dari negeri Marcos itu bukanlah barang-barang selundupan.