<< / >>

<< >>

Berakar pada keyakinan bahwa pengajaran sastra dapat membentuk karakter, di situlah peran sastra dan multikulturalisme muncul dan saling berhubungan. Multikulturalisme dalam pendekatan pengajaran sastra tentu bukan hanya menjadi bagian dari bahan ajar, namun terinternalisasi sebagai sebuah sikap hidup dan pemahaman yang berimbang dengan mengedepankan unsur sikap estetis, dan sikap kritis dalam mengapresiasi sastra. Dalam hal ini, apresiasi cerpen dipandang mampu mengemban amanat nilai multikulturalisme dengan pertimbangan keterbacaan dan kemudahannya untuk diakses oleh masyarakat pembaca khususnya mahasiswa. Cerpen dinilai paling efisien, fleksibel, mudah didapat dan lebih interaktif dengan pembaca. Selain itu, cerpen dapat memotret situasi sosial dan kebudayaan masyarakat secara holistik, sehingga lebih mudah diapresiasi dengan pendekatan multikultur.