<< / >>

<< >>

PARA pengusaha di Indonesia Timur kini punya kepastlan untuk mengapalkan hasil usaha mereka. Sejak Februari ini, 32 kapal yang berpangkalan di pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sudah memiliki jadwal tetap pelayaran, juga kapan lego dan angkat jangkar di sebuah pelabuhan. Pengusaha tak perlu lagi berdebar-debar memikirkan ketepatan pengiriman barangnya ke suatu tempat. Dengan pengaturan lalu lintas kapal dalam program Inter-island Liner Service (ILS) itu hampir semua pelabuhan di Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya bakal terjangkau kapal. Jadwal keberangkatan dan trayek kapal milik 12 perusahaan pelayaran Nusantara itu disusun untuk jangka waktu tiga bulan.