<< / >>

<< >>

Cerita ini memiliki konsep monolog dan ditulis layaknya sebuah catatan harian. Berkisah tentang kejadian dalam satu bulan yang disertai sajak dalam setiap bulannya. Terdapat 3 bab yang dalam setiap babnya mewakili kejadian dalam 1 tahun, dan Cerita ini berlatar belakang di kota malang. Cerita yang tersusun dalam setiap bulannya sangat bermacam-macam. Namun memiliki garis besar yang sama. Yang ditulis dari sosok Aku sebagai sang penulis dan ditujukan kepada sosok Kamu sebagai objek tulisannya. Dalam catatan harian yang mengisahkan tentang patah hati ini juga tidak hanya tentang kegalauan seseorang yang ditinggal pergi pas lagi sayang-sayangnya. Namun juga terdapat pesan-pesan akan kehidupan didalamnya. Dalam ketetapan langkah manusia. Kita semua hanya bisa merencanakan dan menjalaninya. Biarpun tidak pernah tau apa yang terjadi dalam bait selanjutnya dari langkah kita. Seperti yang tertulis dari potongan sajak dalam catatan harian ini. Tuhan membuat cerita Atas semua Kemudian kita bertemu Merangkai bait baru Menjejak langkah Menulis cerita Dan, tidak bisa Mengetahui bait selanjutnya Dan tentang patah hati dalam cerita ini, pada akhirnya semua akan saling pergi. Menjejakkan langkah dan menjadikan semua yang telah tertinggal terkubur dalam-dalam oleh waktu. Hingga terbingkainya kenangan itu menjadi sebuah catatan sejarah. Kemudia mengikhlaskan semua yang ada. Meskipun begitu, tak pernah ada kenangan yang bisa di hapus dari ingatan. Tapi suatu kenangan bisa ditimpa dengan kenangan baru untuk mengaburkan kenangan lama.