<< / >>

<< >>

Menulis adalah salah satu hobi baru yang saya punya tahun ini. Kegiatan yang mulai berpengaruh pada cara saya berpikir tentang masa depan. Seratus mimpi, hingga pada akhirnya muncul sebuah tantangan menulis seratus puisi yang Allah tunjukkan langsung pada saya untuk menggoreskan tinta sejarah baru disana. Sejarah seseorang yang jika mati nanti akan terkenang karena karyanya. Saya sendiri terinspirasi dari seorang penyair Indonesia yang telah mengukirkan sejarahnya pada dunia literasi masa kini. Kahlil Gibran, yang karyanya tak terhenti hanya di toko buku sampai sekarang. Menariknya, saya menerima tantangan ini dengan sepenuh hati sebab saya tau betul keajaiban sebuah tulisan. Karya yang baik adalah karya yang akhirnya merubah pola pikir pembaca menjadi lebih baik. Atau karena saya sadar, yang bisa saya lakukan kala kegalauan mengungkung lagi, memenjara dalam buaian air mata, satu-satunya yang bisa saya perbuat adalah menumpahkannya lewat rangkaian kata-kata indah yang begitu dalam maknanya. Puisi. Dan buku ini mewakili perjalanan hidup saya selama satu bulan menjalani tantangan menulis pertama saya yang berakhir dengan proses penerbitan.